Terkunci

Sedikit mau bercerita kejadian Rabu kemarin yang aneh tapi sialnya malah nyata dan kok bisa kejadian. 😥😥

Hari Rabu kemarin berjalan seperti biasanya, pikir gue. Semuanya terlihat sama saja dan tidak ada yang berbeda kecuali hp yang lowbatt padahal powerbank penuh, yang memaksa gue saat itu buat mencolok hp tersebut dengan chargernya untuk mengisi ulang daya sang baterai hp.

Semuanya berjalan normal seperti pagi di hari hari lainnya hingga jam 9 tiba 😨

Ketika itu adik gue udah berangkat keluar entah kemana, ayah dan ibu pun sedang bersiap-siap untuk berangkat, begitu pun gue yang sudah bersiap untuk ke kampus juga. Akan tetapi sialnya makanan untuk sarapan sudah habis ketika jam segitu, salah gue juga sih cari sarapan di jam tanggung seperti saat itu.

Saat itu, otomatis gue langsung masaklah untuk buat sarapan. Akan tetapi entah komunikasi atau gimana, tiba-tiba saja pintu menuju rumah terkunci dari dalam dan ketika gue ketuk dengan keras sadarlah gue kalau orang rumah sudah pergi semua. Sebenarnya pintu halaman belakang ada 2 dan sialnya 22nya tidak hanya dikunci saja tapi juga diselot dengan rapi.

Bagian belakang rumah sendiri tidak terlalu buruk sebenarnya ada kulkas, dapur, kamar mandi, sepeda, taman dan komputer rusak yang sayangnya tidak ada yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Padahal ketika itu niatnya akan berangkat kekampus jam 10 pagi namun niat itu pupus dan hanya menjadi niat belaka😢

Akhirnya menghabiskan berjam-jam disana dengan makan, bermain dengan kucing, membaca brosur-brosur tempat makan yang bertumpuk disana hingga habis😴

Jam 12 pun tiba dan mereka pulang, gue pun langsung menyuruh membuka pintu belakang tersebut, walau berjam-jam disana tidak ada kepanikan yang muncul layaknya film-film klaustropobia seperti 1408 karena masih terasa aura rumah disana karena tempat tersebut memang rumah😅

Mungkin semua kejadian tersebut berawal dari hawa kehadiran gue yang kurang berasa, banyak orang datang dan pergi tidak ingat wajah dan nama gue sekali pun pernah bertemu. Begitu pun ketika bertemu teman lama yang membutuhkan waktu lama untuk mengingatkan mereka kembali bahwa gue temennya ||”orz

Semua ini berakar mungkin saja dari kejadian berpuluh tahun lalu ketika gue kecil, saat itu gue beserta keluarga besar dari ayah gue pergi ke Ragunan, namun gue sempat hilang ketika itu. Kalau tidak salah pernah cerita hal ini lebih mendetail di postingan blog sini tapi lupa yang mana XD

Nah, mulai dari situ mungkin gue jadi sosok yang kurang berasa hawa kehadirannya bahkan mudah dilupakan walau sudah ngobrol dan bertatap muka juga.

Seperti tadi dikampus ada wanita berkerudung dengan wajah cukup menarik menghampiri dan menyapa, bahkan dia bersalaman untuk pamit pulang. Padahal gue sama sekali gak kenal, sampai ada teman sekampus bertanya siapa orang tadi gue ngejawab sejujurnya kalau gak kenal, dia pun langsung bingung seperti gue kenapa ada cewek yang gak gue kenal sebaya nyapa bahkan pamit pulang ke gue. Aneh juga dunia.

Oke sekian dulu blog gue kali ini, kayaknya mulai sekarang harus mencari tips mengisi hawa keberadaan biar pada inget gue juga, kan gak lucu kalau nanti hidup berakhir kaya The Great Gatsby. Maaf kalau ada salah-salah kata tersirat maupun tersurat.

Sampai bertemu di blog posting selanjutnya ( ^_^)b

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s