Viddsee Short Video Review “Furious Job”

Web “Viddsee” mungkin untuk sebagian orang masih sangat asing. Gue sendiri baru tahu seminggu lalu sama temen. Web tersebut merupakan tempat kumpulan film pendek buatan sineas Asia yang mengikuti semacam kejuaran terbuka pada web ini. Gue sebagai penikmat karya yang berupa film pun tentu tertarik buat liat film-film karya amatir hingga profesional yang ada di web tersebut. Web tersebut bisa kalian buka dengan link ini www.viddsee.com/.

Film pendek sendiri bukanlah karya yang mudah untuk dibuat, perlu pemikiran yang memakan waktu untuk menyusun cerita didalamnya, terlebih peralatan dan biaya diperlukan dalam proses pembuatannya, apalagi karena sifatnya yang indie yang membuat kadang kru bahkan kadang pemainnya harus patungan untuk dana filmnya.

Pada blog kali ini karena satu dan dua alasan gue ngebahas sebuah film yang genrenya action, yang entah guenya yang salah liat atau apa pada web Viddsee malah dimasukan dalam sebuah genre dengan nama crime, yang berjudul “Furious Job” buatan sineas asal Indonesia.

LU MAU KERJA ? FIght For It. Literally.

Furious JobFilm pendek yang berlatar tentang orang-orang yang dikumpulkan oleh sebuah gangster kejam untuk seleksi sebuah pekerjaan yang detailnya secara eksplisit diceritakan dalam film ini. Kekejamannya dari gangster ini pun digambarkan dari sang boss yang wajahnya mirip almarhum Chrisye yang menyiksa orang dengan dart yang dilumuri miras dengan wajah datar yang tidak menunjukan kepuasan maupun rasa belas kasih atas perbuatannya.

Big Bad BossWalau film ini menunjukan koreo pertarungan yang bagus, namun Furious Job tidak memberikan sound yang cukup memuaskan. Dari dub yang terasa mengambang, hingga soundeffect yang gue rasa ada yang kurang pas saat bertarung. Jikalau, suara patahan tulang terdengar lebih keras maka efek ngilu yang biasa disajikan pada film fighting-action bisa tersaji dengan baik disini. Mungkin alasannya karena directornya sok-sokan jadi sound editor juga

Film pendek ini pun memberikan sebuah cerita simple yang sayangnya diakhiri secara cliffhanger yang mungkin maksud sang sutradara membuatnya open ending. Tapi, ice breaker berupa celana sobek pada pertarungan yang entah ditaruh secara sengaja atau tidak pada film ini berhasil disampaikan dengan baik.

Jika saja awal film ini langsung pada bagian pintu lift terbuka maka akan menyempurnakan loop ending film yang berupa pintu tertutup. Tapi, apa daya gue cuma reviewer yang cuma bisa kritik tanpa bisa memberi karya tandingan selayaknya kritikus-kritikus lain di dunia ini. Oleh karena itu, menurut gue karya ini sudah cukup baik walau gue gak bisa ngasih penilaian berupa angka pasti karena film ini merupakan karya indie.

https://www.viddsee.com/player/a4q7d

Niatnya diatas sini ada embed dari videonya. Entah ini berhasil atau enggak sih XD

Sekian Review blog dari gue kali ini, Maaf kalau ada salah-salah kata, semoga kedepannya makin banyak orang-orang kreatif yang berani berkarya di Indonesia. Sampai jumpa di blog gue yang plain berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s