Demam

Apakah kalian pernah merinding hingga kaki dan tangan kalian bergetar tanpa bisa dikendalikan ?

Bintaro Xchange 151123(Photo : Fellix Billy Jayadi) (Costume : AACIndonesia)


Dua puluh dua November dua ribu lima belas, tepatnya hari Minggu kemarin.

Musik yang cukup keras memekakan telinga terdengar keras dari earphone yang menyumpal telingaku, bersamaan dengan itu getaran keras terjadi membuat dahiku terbentur dengan kaca yang menjadi sandaranku. Aku terbangun.

Mataku terbuka melihat pemandangan dibalik kaca yang berupa pepohonan dengan daun-daun keringnya. Akan tetapi, sesuatu mengganggu pemandangan itu. Hamparan tumpukan sampah.

Pandanganku beralih kearah tempatku duduk, itu adalah sebuah kursi empuk berwarna biru yang berdempet dua yang berjajar dari depan ke belakang, di kursi sebelahku tak ada orang hanya sebuah tas ransel biru milikku. Oh iya ini adalah sebuah bis.

Seorang lelaki berkulit putih dengan rambut hitam pendek sedikit berantakan berkaus putih tiba-tiba saja berdiri saat bis benar-benar berhenti. “Oke, tempatnya kayaknya oke disini, yang Showa siap-siap yah photosession disini.”

Showa ?”

Sedetik sempat aku berfikir apa itu, apalagi bila diingat aku baru bangun saat itu jadi pikiranku belum benar-benar jernih saat itu. Lalu aku pun mengingat semuanya. Showa yang dimaksud adalah kesepuluh Kamen Rider Showa yang sebelum perform nanti sore akan melakukan Photosession terlebih dahulu.

Dengan cepat kami pun berganti pakaian menjadi kostum Kamen Rider dan Photosession pun berjalan lancar, kecuali lariku yang entah kenapa aneh dan lambat mungkin karena aku tidak menggunakan teknik lari yang benar. Tapi, aku lebih memilih beralasan terhalang oleh kedua Rider didepanku saja.

10 Showa Kamen Riders(Photo : Fellix Billy Jayadi) (Costume : AACIndonesia)

Bintaro Xchange, 3 jam kemudian…

Saatnya semuanya tampil termasuk aku juga. Sebelum naik kepanggung, aku masih mengingat gerakan-gerakan yang sudah dilatih selama seminggu ini semuanya seperti akan mengalir sebagaimana adanya dipanggung.

Akan tetapi…

Saat dipanggung entah kenapa tangan dan kakiku bergetar hebat layaknya seperti melihat hantu. Apakah aku gugup ditonotn orang sebanyak ini ? Seharusnya sih tidak, apalagi aku pernah tampil tanpa topeng di event-event sebelumnya seharusnya menggunakan topeng tidak membuatku gugup.

Apakah aku kelelahan ? Tidak, jelas bukan itu alasannya kostum Rider yang aku gunakan memang membuatku berkeringat. Akan tetapi, tidak terlalu pengap ataupun panas karena banyak lubang udara disana dimana untuk bernafas sangatlah cukup.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi diatas panggung saat itu ? gerakanku banyak yang salah bahkan koreo duet bersama Rider lain jadi terlupa dan aku membeku disudut kiri panggung. Saat itu seperti keanehan yang tidak biasa terjadi padaku.

Ingin rasanya memutar balikan waktu dan memperbaiki kejadian saat itu. Tapi waktu tidak mungkin bisa diputar balik dan tidak akan bisa. Satu-satunya cara adalah memperbaiki kedepannya.

Itupun bila aku masih mendapat kesempatan.

Terima kasih telah membaca blog gue kali ini, maaf bila ada salah-salah kata atau ceritanya kurang berkenan.

Tunggu postingan dari blog ini yang tetep plain gak berkembang XDb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s