Pulau Helheim Part 02

Ini adalah cerita lanjutan dari Pulau Helheim Part 01 yang saya post beberapa waktu lalu.

Disinilah dimulai cerita survivalnya, dimana yang kemarin berakhir secara tidak jelas.

Alasan mengapa lama, karena rasa malas yang menggerogoti seluruh tubuh untuk copas dari cerita yang telah saya tulis di word ke blog ini.

Pada waktu itu saya bilang besok, dan benar memang keesokan harinya ceritanya sudah siap tapi yah karena alasan tadi jadilah tak jadi di post.

Seperti yang saya katakan kerangka cerita ini sudah ditulis bertahun-tahun lalu, akan tetapi beberapa bulan dirampungkan dengan menambah unsur Kamen Rider kedalamnya yang membuat dapat pencerahan untuk menyelesaikan cerita ini.

Tak perlu lama-lama selamat menikmati part 02 dari kisah ini

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kalian masih membaca kisahku ini ?

Tak kusangka kalian benar-benar berhati dingin untuk terus membacanya, padahal jelas dicerita kemarin aku telah mati.

Baiklah kalau kalian memaksa, aku akan perkenalkan diriku lagi.

Namaku Jardi Rituni.

Aku adalah seorang karyawan biasa diperusahaan IT biasa dengan kehidupan biasa, hingga suatu hari managerku yang bodoh memberikanku tugas bodohnya yang membawaku kedalam situasi yang merubah hidupku selamanya.

‒Δ‒

Tunggu dulu—Entah kenapa aku dapat merasakan tubuhku lagi. Tanganku disentuh oleh rasa hangat. Dahiku dibasahi oleh tetesan air. Telingaku disusupi oleh suara desiran ombak yang terdengar jauh.

Pelan-pelan kucoba membuka mataku.

Aku terbangun didalam sebuah goa, tempat itu terasa begitu gelap akan tetapi sebuah penerangan berwarna oranye-kemerahan menerangi tempat itu, yang bersumber dari api unggun yang menyala tidak jauh dari tanganku. Untung saja aku tidak punya kebiasaan bergerak-gerak saat tidur, kalau tidak sudah jelas tanganku sudah terbakar dilalap api dari api unggun tersebut, pikirku.

Kusandarkan diriku ke dinding goa sambil berusaha mengurutkan kejadian yang menyebabkan bagaimana akhirnya aku bisa berakhir didalam goa ini. Akan tetapi sekeras apapun aku berpikir, tak ada hal lain yang kuingat setelah kejadian yang secara aneh membuat tubuhku hancur menjadi butiran cahaya.

Ah, aku lupa untuk mengecek apakah tubuhku baik-baik saja. Kuperiksa dengan seksama tiap bagian tubuhku, tapi semuanya terlihat baik-baik saja pada tubuhku maupun pada pakaianku juga. Setelah itu kuperhatikan goa dimana aku terbangun, sepertinya dinding tempat aku bersandar merupakan dinding terujung di goa ini, dan terlihat sama diujung lain seberkas titik cahaya yang mungkin saja adalah pintu keluar dari goa ini.

Sebenarnya ada hal yang aneh yang kuabaikan dari tadi, siapa sebenarnya yang menyalakan api unggun di goa ini, dan apa sebenarnya benda berbentuk persegi panjang disebelah api unggun itu ?

Aku yakin seratus persen benda berbentuk persegi panjang yang berwarna perak itu tidak ada saat aku bangun, akan tetapi saat aku bersandar dan melihat kembali kearah sana. Benda tersebut tiba-tiba saja ada.

Rasa penasaranku mendorongku untuk memeriksanya, benda berbentuk persegi panjang itu ternyata dapat dibuka dan terdapat 2 buah layar didalamnya seperti handheld NDS (Nintendo Dual Screen). Selain layar tak ada hal lain pada benda persegi itu seperti tombol, tempat baterai atau hal lain semacamnya.

Layarnya menyala dengan tulisan “Saga-pad” pada layarnya, terdengar suara pria dari dalam benda tersebut. “Selamat datang di Pulau Helheim, kau adalah orang beruntung yang mendapatkan  Genesis Driver !”

Genesis Driver ?”

“Iya, itu benda seperti sabuk yang melingkari pinggangmu sekarang.”

Setelah penjelasannya tadi, benar saja muncul benda merah seperti sabuk melingkari pinggangku sekarang, terdapat slot disabuk tersebut, gagang, dan wadah juicer juga terdapat disabuk tersebut. Kucoba melepaskannya tapi tak bisa, benda ini seperti terkunci diperutku.

“Percuma saja kau mencoba melepaskannya, karena benda itu tak akan terlepas dari pemiliknya. Benda itu pun memiliki keunikan, coba kau berlari lurus terus dari goa ini.”

Entah mengapa aku melaksanakannya, hingga akhirnya aku mencapai pantai. Baru saja kakiku menyentuh air laut, tiba-tiba saja ledakan besar muncur membawaku kedalamnya.

Aku terbangun kembali di goa tempatku berbaring tadi, kebingunganku memuncak membuatku bertanya pada benda kotak yang bertuliskan Saga-pad tadi.

“Siapa kau ? Mengapa aku tidak mati dengan ledakan tadi ? Mengapa aku disini ? tempat apa ini ?”

“Hooo… Sepertinya kau sudah merasakannya yah ? Perkenalkan namaku adalah Saga-pad. Alasan kau tidak mati adalah karena kau terpilih menerima kekuatan untuk me-reset pulau in,i bila kau mati sambil mengenakan Genesis Drive. Tempat ini adalah pulau Helheim seperti yang pastinya telah dibicarakan oleh inkarnasiku dulu.

Kau disini karena kejadian di pesawat yang kau tumpangi merupakan paradox yang disebabkan oleh pulau ini, jadi semua orang dipesawat itu dipindahkan kesini. Alasan kalian disini adalah untuk saling bertarung. Satu-satunya orang yang bertahan dipulau ini akan mewariskan kekuatan pulau, dan keluar dari pulau ini.

“Apa-apaan maksudmu itu, mengapa kau memaksa kami bertarung ?”

“Akan kuberitahu hal menarik lainnya padamu, sabuk yang kau gunakan adalah satu-satunya sabuk yang berbeda dipulau ini. Dimana yang lain hanya memakai Sengoku Driver, sabuk kekuatan standar biasa. Dan didalam tiap sabuk telah disiapkan bom yang bisa menghancurkan rumah berukuran sedang, bila ada yang mencoba keluar dari pulau ini padahal di bukan orang terakhir di pulau ini. “ Kata Saga-pad panjang lebar menjelaskan dengan gambar-gambar pada layarnya.

“Bagaimana bila aku tidak ingin bertarung ?”

“Hal tersebut adalah pilihanmu dan tak masalah, akan tetapi dari sekitar 300 orang di pulau ini pasti ada satu yang ingin keluar dari pulau ini walau harus membunuh semua orang pada pulau ini. Tapi ketika orang yang ingin keluar itu membunuhmu maka yang terjadi adalah pulau ini ter-reset kembali, menarik bukan ?”

Aku terheran mendengarnya, tak bisa kubiarkan diriku terjebak dipermainan mematikan miliknya. Akan tetapi yang dia katakana benar, setidaknya yang masalah aku mati pun sudah terbukti benar.

Aku tak dapat berdiam diri, setidaknya aku harus bertahan diri terlebih dahulu dan perut ini mulai keroncongan dan perlu mencari makan.

“Perutmu keroncongan yah ? di pulau ini kau tidak bisa makan langsung lewat mulut. Akan tetapi kau dapat mengambil sari pati dari buah di pulau ini melalui sabuk yang kau gunakan. Dan saat kau sudah kenyang buah tersebut akan menghilang dengan sendirinya.”

Aku mengikuti perintahnya, dan mencari buah dipulau ini. Aku tidak bisa menemukan buah layaknya jeruk, pisang, anggur ataupun melon. Tetapi malah buah-buah aneh berwarna ungu yang bila kupegang berubah jadi benda berbentuk gembok. Mungkin karena itu Saga-pad bilang sari patinya bisa kuserap lewat sabuk, karena sabuku memang memiliki slot sebesar benda berbentuk gembok itu. Benar saja saat kumasukan benda tersebut, perutku terasa mulai terisi sedikit demi sedikit. Banyak hal yang dipulau ini tak kumengerti.

“Ah, maaf belum memberitahukan bahwa apa sebenarnya aku ini. Aku adalah navigator diPulau Helheim ini, kau bisa menanyakan apa saja seperti peta dan petunjuk arah kepadaku. Aku dimiliki semua orang dipulau ini. Akan tetapi aku tidak bisa memberi tahu keberadaan seseorang kecuali dia berada 15 meter darimu. Tenang saja bila kau meninggalkanku disuatu tempat, karena aku pasti akan muncul kembali didekatmu.” Kata Saga-pad berkicau panjang lebar.

“Baiklah, kalau begitu. Tolong beritahu aku bila ada orang dalam jarak jangkauanmu itu. Berikan aku petunjuk untuk bertahan di pulau ini juga.”

“Oke. Akan ku-set diriku untuk memberithukannya, bahkan dikehidupanmu selanjutnya. Untuk bertahan dipulau ini dibutuhkan Rider lockseed, dimana cara mendapatkannya adalah memetik buah emas yang tersebar diseluruh penjuru pulau.

Fungsi Rider lockseed adalah sebagai pakaian tempurmu, meminjam kekuatan dari para Rider legendaris yang dikristalisasi menjadi sebuah lockseed. Kau akan mengerti sendiri maksudku bila sudah menggunakan lockseed pada sabukmu itu.

Tiap orang dipulau ini diberkati kekuatan unik layaknya dirimu. Bahkan, ada yang diberkahi bisa melepaskan sabuknya dan keluar dari pulau ini bila ingin. Akan, tetapi ada hal lain yang mengikat orang tersebut dipulau ini. Jika orang tersebut keluar dari pulau ini, maka smua orang tersisa didalam pulau akan mati bahkan kau juga.

Selain itu juga, dipulau ini ada kotak yang mengabulkan keinginan. Asalkan yang kau inginkan tidak bertentangan dengan hukum dipulau ini, yaitu keluar dari pulau tanpa menjadi survivor yang terakhir.

Kami para navigator dengan sukarela akan menunjukan tempat kotak dan buah emas untuk keperluanmu bertahan hidup dipulai ini.”

Penjelasan panjang lebar tadi entah mengapa dapat kumengerti dengan mudah, padahal aku biasanya sulit untuk memahami penjelasan asing yang panjang tanpa mengulangnya. Jadi, intinya untuk keluar dari pulau ini yang perlu kulakukan adalah membunuh semua penumpang pesawatku tadi―Jangan, bercanda aku tidak mungkin melakukannya. Pasti ada cara lain untuk keluar dari pulau ini.

“Saga-pad, tunjukan buah emas yang paling dekat dari tempat ini. Dan ada yang ingin kutanyakan, apakah tiap buah emas memiliki kekuatan yang sama ?”

“Jelas berbeda, tiap buah emas akan berubah menjadi lockseed Rider dengan kekuatan unik mereka masing-masing. Setiap lockseed pun memiliki suatu keterikatan dengan orang yang menemukannya. Jadi tiap kau me-reset waktu, tiap orang akan selalu mendapat lockseed yang sama walau mengambil buah emas lain. Hal yang menentukan akan menjadi apa buah tersebut adalah resolusi orang tersebut.

Tentu, tempat terdekat untuk menemukan buah emas adalah mulut goa dimana kau bangun. Coba saja kau periksa semak dibagian kanan mulut goa itu.”

Banyak hal yang tidak masuk akal dibicarakannya, hal tersebut akan membuatku gila lama-lama. Lagipula dia mengatakan bahwa ada orang lain yang mengalami hal ini juga, bahkan bila mengingat kata-katanya tadi seharusnya disini ada 300an orang. Tapi dari tadi aku tidak bertemu seorang pun—Sudahlah, aku harus ketempat yang dituju Saga-pad sekarang.

Sesampainya dimulut goa dimana aku bangun, aku pun langsung melihat semak yang dimaksud. Baru saja kucoba sisir semak tersebut, cahaya terang keemasan muncul dari dalam semak tersebut. Bagaimana aku tidak bisa menyadari ada benda seterang ini padahal aku sudah melewatinya semak itu beberapa kali. Hal sama terjadi pada buah itu saat kusentuh, buah tersebut berubah jadi benda layaknya gembok dengan plat helm entah siapa dibagian depannya—Kabuto Energy!

Hah, suara siapa itu ? ada suara misterius bergema ditelingaku.

Berubahlah, katakanlah kata Henshin!

Suara itu muncul kembali, tapi aku tidak mengetahui entah darimana arah suara tersebut jangan-jangan—“Kau sudah mendengarnya kah ? suara hati lockseedmu itu, “ kata Saga-pad memotong kekhawatiranku.

Begitukah, ternyata suara ini adalah suara dari lockseed ini, dan entah mengapa setelah suara itu mengatakannya aku mengerti bagaimana menggunakannya, lalu membuatnya menjadi pakaian tempurku. Pertama, tekan tombol disamping lockseed yang akan menyebutkan kekuatan Rider didalam lockseed ini sambil mengatakan kata “Henshin!”. “Kabuto Energy!” Kedua, masukan lockseed tersebut ke slot pada sabuk yang kugunakan dan jangan lupa menguncinya kembali. Ketiga, tekan pendorong pada sabuk untuk membuka energy dari dalam lockseed.

“Liquid! Kabuto Energy Arms!” Suara tersebut muncul dari sabuku sambil mengupas bagian plat pada lockseed tersebut. Bersamaan dengan itu resleting raksasa muncul diatas kepalaku. Resleting itu membuka lingkaran ruang dimensi lain, dimana sebuah kepala besar berwajah seperti plat di lockseedku itu. Kepala besar tersebut jatuh, dan kurasakan sesuatu menyelubungin seluruh bagian tubuhku. Kepalaku pun sekarang dilindungi sebuah helm berbentuk kumbang bertanduk berwarna merah bermata biru. Kepala besar yang menimpaku tadi, terbelah dan membentuk menjadi bagian armor. Saat perubahan selesai, sebuah panah merah muncul ditangan kananku dan Saga-pad menghilang.

“Kau pasti memiliki pertanyaan kan ? ayo ajukanlah, “ Kata Saga-pad menggema didalam helmku.

“Resleting besar tadi itu apa ? Kepala besar yang menjadi armor ini juga apa ? dan satu lagi apakah Rider ini punya kemampuan khusus ?”

“Pertanyaan yang bagus sekali. Resleting itu disebut crack, hal itu membuka ruang dimensi lain tempat Arms berasal. Arms adalah kepala besar yang menjadi armor yang kau tanyakan tadi. Rider ini memiliki banyak kemampuan khusus, salah satu yang terbaik adalah kecepatannya clock-up. Jika kau merasa berlari lebih dari kebiasaan yang kau lakukan, maka kau akan mengakses clock-up.”

Aku menyadari hal menarik pada diri Rider ini, bila Rider ini sangat cepat maka bukan hal sulit untuk mengelilingi pulau dan mencari jalan keluar dari pulau ini. Tanpa berkata apa-apa lagi kucoba  mengaktifkan clock-up. Dan kecepatan luar biasa benar-benar muncul, bukan itu saja waktu disekitarku terasa lebih lambat dari sebelumnya.

Aku mencoba melewati tiap batas pulau dan selalu berakhir dengan ledakan. Percobaanku terus dilakukan hingga aku kehilangan angka, berapa kali aku mati dipulau ini lalu bangkit kembali. Dan selama perjalanan aku melihat beberapa orang didalam pulau ini, dan jelas pulau ini sangat luas bahkan bisa membuat 300an orang sulit bertemu satu sama lainnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Terima kasih masih membacanya, kisah ini akan bersambung ke bagian ke tiga yang akan segera dipublikasikan di blog ini sesegera mungkin.

Mengapa saya tulis segera, karena takutnya seperti yang kemarin saya tulis besok tapi di postnya baru sekarang.

Maaf juga bila terdapat salah-salah kata yah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s