Sepenggal kisah

Sebenarnya awalnya mau menulis blog lanjutan pulau helheim part 1, walau sudah selesai part 2 bahkan hingga part selanjutnya tapi entah mengapa saya menginginkan nanti saja

Karena 2 malam kemarin kebetulan malam diantara hari kamis dan jum’at yang sering sekali disebut “malam jum’at”.

Jadi ada sedikit cerita yang ingin saya ceritakan di Blog ini.


Saat itu malam begitu larut, dan aku baru saja nebeng pulang selepas siaran hingga kedepan gang perumahan menuju rumahku. Aku pun melanjutkan jalan dari sana. Rumahku berada di blok E, salah satu blok terujung ditempat itu selain blok F, blok G, dan blok tempe. Nama yang cukup lucu untuk sebuah nama blok rumah/

Aku berjalan perlahan saat itu sambil memikirkan ide-ide yang terus mengerubungi didalam kepalaku. Hal itu membuatku tak menyadari, udara dingin malam menyelinap masuk melewati resleting jaketku yang terbuka. Saat udara itu bersentuhan dengan kulitku, kurasakan udara dingin yang membuatku cukup menggigil.

Kurapatkan resleting Jaket abu miliku tersebut.

Aku terus berjalan sambil berusaha menutupi celah-celah dipakaian, pandanganku terus menatap kedepan menerobos barisan lampu jalan yang berjejer dijalan utama. Tanpa terasa kakiku sudah melangkah mencapai pertigaan didepan blok C, dimana sebuah lampu jalan dengan cahaya putih menyala terang saat itu.

Eh, tunggu dulu cahaya putih ? bukannya lampu jalan warnanya kuning pikirku dalam hati.

Kutenggakan kepalaku keatas untuk melihat lampu tersebut dengan seksama. Kulihat cahaya lampu jalan itu perlahan berubah menjadi warna kuning redup layaknya lampu jalan seharusnya. Aku pun kaget dan buru-buru merunduk, takut ada ‘sesuatu’ muncul dari atas. Saat mataku menatap keaspal jalan, kusadari diatas aspal tersebut bertumpuk sesuatu dengan bekas injakan kakiku yang menginjaknya.

Sekumpulan bunga melati putih bercampur dengan sedikit bunga berwarna merah yang entah apa itu, berserakan dibawah sinar lampu itu. Jantungku pun langsung memompa darah secara cepat. Keringat keluar dari celah pori-pori didahiku dan bulu kuduk ditanganku terangkat naik.

Aku berjalan pulang dengan mempercepat langkahku, saat cukup jauh aku pun menengok lagi kebelakang dan sontak langsung berkata.

“O atuh~”.

 

Sekian blog tentang pengalaman malam jum’at saya, yang jauh dari kesan menyeramkan.

Maaf bila ada salah-salah kata, sampai berjumpa di blog berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s