Review Film “VIVA JKT48”

Sebelumnya sudah banyak adaptasi film dari grup vokal yang diangkat ke layar lebar, seperti BBB, Cherrybelle dan CJR. Begitu pun JKT48 seperti tidak ingin kalah mencoba mensisipi diri mereka dalam ranah layar lebar yang di-setting di sebuah dunia alternatif. Begitulah, JKT48 telah dirombak dari kisah aslinya didunia nyata, akan tetapi film ini tetap menjaga beberapa pakemnya sebagai grup vokal wanita yang tidak menyebut dirinya girlband. Sineas dibalik film ini pun tidak melupakan unsur terpenting dalam cerita bertipe yang sama yaitu faktor fun.

Sementara didunia nyata JKT48 diketahui sebagai idol group dengan member super banyak yang merupakan cabang dari idol group di Jepang sana yang juga memakai brand 3 huruf+angka 48 dibelakangnya, yang melakukan show hampir setiap hari ditempat yang mereka sebut JKT48 Theater. JKT48 ini juga diketahui memiliki manajemen campuran Indonesia dan Jepang, yang Manajer utamanya merupakan orang Jepang asli

Sang sutradara Awi Suryadi diberi tantangan untuk mengemas film ini yang merupakan tie-in dari 3 film yang telah tayang sebelumnya yaitu The Raid 2: Berandal, Amazing Spiderman 2, dan Godzilla. Dimana ketiga film yang mengambil tone muram tersebut dibuat lebih fun dan menghibur sehingga layak menjadi tontonan keluarga karena hadirnya JKT48.

Dalam versi film ini, Goto (Kenichi Endo) yang merupakan salah seorang boss mafia dari film berandal dihadirkan sebagai karakter yang sama dengan tambahan peran sebagai manajer dari JKT48 karena kekuasaannya didaerah Sudirman, akan tetapi terjadi perubahan realita terjadi didunia ini yang membuat Goto kehilangan kekuasaannya serta pekerjaannya sebagai manajer, yang menyebabkan hilangnya JKT48 dari realita didunia tersebut.

kenichi

Sang Center Melody (Melody Nurramdhani Laksani) yang seharusnya menghilang dari realita didunia ini, malah terbangun dan meringkuk didalam sebuah kerangkeng besar disebuah pulau kecil, bersama 7 member lain yang terlihat kebingungan tidak mengetahui alasan mereka kenapa disana. Masih ditengah kebingungan, mereka dikagetkan kembali dengan sesosok komodo yang muncul didepan kerangkeng dan mulai membesar.

Komodo tersebut pun menjadi berdiri dengan 2 kaki dan siap untuk melibas kerangkeng tempat Melody cs berada sebelum cahaya putih kebiruan menghantamnya dan membuatnya tersungkur, seekor kadal raksasa lain yang muncul dari bawah lautlah pelaku yang menyemburkan cahaya putih kebiruan itu. Yap, kadal tersebut adalah Godzilla. Ironis, bagi para member JKT48 harus melihat pertarungan dahsyat nan berbahaya kedua mahkluk tersebut dari dekat.

Dan, yang kian mencengangkan lagi, realita tiba-tiba berubah kembali dengan ditandai bunyi detakan jam yang cukup keras. Para member tiba-tiba muncul ditengah keramaian didepan Theater yang berubah menjadi bergaya gotik dan berubah nama menjadi BKT48 Theater. disaat mereka mencoba apa yang terjadi dengan Theater mereka kepada orang disekitarnya, orang tersebut malah menyatakan bahwa itu memang Theater milik BKT48 dan tidak mengenal JKT48 sama sekali.

Ke-8 member JKT48 pun  berusaha menghubungi orang tua mereka, akan tetapi hasilnya nihil karena mereka seperti bukan bagian dari dunia ini. JKT48 pun berjalan kebingungan didunia alternatif tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengenalnya, dan terlihat dari jauh seorang wanita berbaju putih tersenym senang melihat mereka dalam kesulitan.

Sebuah ketidak sengajaan mempertemukan mereka dengan member JKT48 lain didalam mini market, akan tetapi orang tersebut tidak mengetahui apa itu JKT48 dan siapa mereka. Mereka pun awalnya menyerah hingga akhirnya bertemu orang yang merasakan hal yang sama seperti mereka, orang tersebut adalah 3 fans dari JKT48 yang masih memiliki memori dari dunia asli.

Ditempat lain, Peter Parker (Andrew Garfield) yang sedang ditengah kesedihan ditinggalkan kekasihnya menerima sepucuk surat misterius yang mengundangnya ke Indonesia oleh Norman Osborn. Sadar akan kenyataan seharusnya Norman sudah mati membuat Peter mengikuti undangan tersebut dan terbang ke Indonesia. Sesampainya diIndonesia, Peter disambut pertarungan Godzilla dengan komodo raksasa yang entah muncul dari mana, hal itu membuat Peter memakai kembali kostum Spiderman kembali untuk menyelamatkan orang-orang yang berada didalam bandara.

Di lain pihak, JKT48 berusaha mati-matian membuat dunia menyadari keberadaannya kembali dengan dibantu 3 fansnya yang menyebarkan video aksi mereka lewat youtube, aksi tersebut menarik perhatian Goto yang membuatnya teringat kembali akan realita buatan yang terjadi didunia ini.

Goto mengumpulkan seluruh anak buahnya yang masih ingat akan kepalsuan dari realita dunia tersebut, dan mendatangi BKT48 Theater dimana mereka harus menghadapi banyak henchman yang telah menunggu didepan pintu masuk Theater. Pertarungan pun tak terelakan hingga akhirnya Goto berhasil masuk kedalam theater atas bantuan anak buahnya, dan mendapati seorang wanita misterius berbaju putih menunggu kehadirannya dan memperkenalkan diri sebagai Miss Kejora(Ayu Dewi).

Pertanyaan besarnya: Apakah realita didunia ini benar-benar bisa dikembalikan oleh Melody cs, ataukah  memang sudah ditakdirkan begitu adanya? Siapakah sebenarnya Miss Kejora yang sangat berambisius menghilangkan JKT48 dari realita dunia ini? Dan, mengapa  Godzilla dan Spiderman ikut terlibat didalam pengembalian JKT48 didalam realita dunia tersebut?

Bo3zqBvIEAAi5zgWajah-wajah lain yang digadangkan sebagai pemeran utama lain, seperti Shania Junianatha, Nabilah Ratna Ayu Azalia, Cindy Yuvia, Haruka Nakagawa, Rona Anggreani, Shinta Naomi, dan Ayana Shahab, tampil layaknya figuran yang mengikuti Melody sepanjang perjalanannya di film ini. Begitu pun halnya dengan member-member JKT48 lain, seperti Jessica Veranda, Ratu Vienny Fitrilya, Devi Kinal Putri, Rezky Wiranti DhikeThalia Ivanka Elizabeth, dan lainnya, yang hadir dengan kapasitas kecil tanpa karakter yang kuat. Skrip yang terasa kurang matang dan pengarahan Awi yang kurang meng-explore karakter dan menutupi plothole didalam cerita, membuat film yang ditunjukan untuk hiburan keluarga ini jadi serba tanggung.

Pertanyaan besar lain pun muncul, pantaskah bila film ini mendapat kontinuitas ? saya pribadi sebenarnya berpikir daripada sebuah kontinuitas lebih prefer terhadap film baru yang lebih mengexplore JKT48 tanpa dibumbui ketanggungan karena terikat aturan-aturan klise yang disebut dalam film ini sebagai Golden Rules.

Tontonlah jika ingin mencari tontonan yang menghibur secara ringan tanpa memikirkan plot dalam cerita, dan merasa sebagai seorang fans JKT48 yang ingin melihat mereka beradu akting dengan lawan main aktor atau aktris lain.

Sekian Review dari saya, bila ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Terima Kasih telah membaca postingan di blog saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s