Playlist

musik merupakan hal yang hampir setiap hari kita dengar, entah itu diswalayan, dilingkungan kampus/sekolah, atau bahkan dirumah sendiri. Untuk saya pribadi, saya sering mendengarkan musik via mp3 player yang memiliki playlist super-random yang berubah-ubah.

Musik yang kita dengar sehari-hari pun bermacam-macam mulai dari lagu sampai hanya instrumen alat musik saja. Dan setiap orang seperti memiliki musiknya masing-masing dimana kadang satu individu memiliki alasan masing-masing dalam mendengarkan musik, ada yang mendengarkan musik karena disusun oleh alunan nada merdu, ada juga yang mendengarkan musik yang sesuai dengan gambaran hatinya saat ini, bahkan ada juga yang mendengarkan musik karena yang memainkan musik atau yang menyanyikan lagunya itu sendiri. Kalau saya pribadi, saya mendengarkan musik yang pas dikuping saya saja, karena yang menurut saya enak didengar belum tentu enak didengar oleh orang lain.Kita sedikit flashback ke masa dimana saya SD dimana saat itu jaman-jamannya band pop dengan lagu cintanya sedang marak pada saat itu, dan saat itu kakak tertua saya malah mendengarkan lagu bergenre hip-hop yang dinyanyikan oleh penyanyi asing yaitu Eminem yang akhirnya membuat saya jadi “ikut-ikutan” mendengarkan lagu-lagunya, padahal saya tidak mengerti satupun ucapan penyanyi tersebut yang menyanyikan lagu dalam bahasa inggris, akan tetapi sesekali saya pun tetap mendengarkan musik lokal karena kakak saya pun begitu.

Sebuah channel TV yang bernama MTV tidak pernah terlewatkan saat saya menonton agar saya dapat mendengarkan lagu-lagu yang kakak saya dengarkan, itupun bila tidak ada jadwal film kartun yang mengganggu.

Playlist saya saat itu sangatlah mengikuti apa yang kakak saya dengarkan, dari jaman dia menyukai Eminem lalu band Gigi dan lainnya.

Sekarang kita sedikit keluar topik terlebih dahulu dan melanjutkan pembicaraan tentang pengalaman romansa anak muda yang pernah saya alami, akan tetapi saya hanya membicarakan  masalah romansa yang orang lain ketahui secara umum saja.

Flashback ke masa SD dulu dimana saya bisa dibilang bertemu orang yang pernah saya sukai pertama kali, saya merasa suka pertama kali dengannya saat kelas 5 SD dulu kalau tidak salah saya ingat, entah alasan apa yang membuat saya menyukai dia pertama kali but it’s love after all, that’s make you blind without any reason.

Banyak hal bodoh yang saya lakukan pada saat saya menyukainya, salah satunya adalah saat kelas 6 SD dimana diadakan ujian praktik Bahasa Indonesia dimana kita semua disuruh membuat kelompok dan membuat drama sederhana, saat itu sayangnya saya tidak sekelompok dengannya karena saya sudah diajak ke kelompok lain terlebih dahulu, dan kelompok dia juga hanya berisi perempuan semua.

Salah satu anggota dikelompoknya adalah sepupu(perempuan) saya, dan kelompoknya memiliki kebiasaan dimana mereka berlatih bergantian dirumah tiap anggota kelompoknya. Saat dimana dia berlatih dirumah sepupu saya pun tiba dan pada saat itu saya ingin sekali melihatnya akan tetapi saya yang pemalu pada saat itu tentu tidak berani menemuinya langsung dan melihatnya latihan, akhirnya pada saat itu saya diam-diam melihatnya latihan drama dari dalam gudang dirumah sepupu saya, berjam-jam saya melihatnya hingga akhirnya saya ketahuan karena saya membuat kegaduhan disana, yang membuat saya langsung lari terbirit-birit dari situ. XD

Suatu hari saya pun memberanikan untuk menyatakan perasaan saya kepadanya dan menyiapkan sebuah surat, pada saat itu saya mengendap-ngendap menyelipkan surat kedalam tasnya pada saat jam istirahat tapi sayangnya teman sebangkunya memergoki saya saat itu.

Pada akhirnya dia hanya bisa mentertawakan surat saya yang penuh kata-kata kekanak-kanakan didalamnya, wajar saja saat itu saya sangatlah imajinatif jadi banyak hal aneh yang saya masukan kedalam tulisan disurat itu tapi hal itulah yang membuat saya penasaran kepadanya but it’s all past, now she was change.

Yap, benar sekali setiap orang pasti berubah suka atau tidak suka kita pada yang namanya perubahan akhirnya seseorang pasti berubah. Saya sebenarnya dulu dari semenjak “ditolak” olehnya, masih sering kontak-kontakan melalui sms dan telepon akan tetapi semuanya berubah saat memasuk masa SMA dimana saya memiliki “tanggung jawab” sementara dan membuat saya jadi tidak mengontaknya lagi.

Walaupun saya berkata dialah orang saya sukai pertama kali, tapi orang disekitar saya pada saat itu berteori bahwa dia bukanlah yang pertama akan tetapi ada orang lain, seperti teman ngaji saya yang merangkap menjadi teman sekolah yang banyak menganggap bahwa kami begitu dekat dan berkata bahwa kami saling suka, akan tetapi saya pribadi lupa akan kedekatan kami saat itu dan dia pun begitu.

Next, kemasa SMP dimana saya pertama kali menyatakan perasaan langsung dihadapan wanita dan belum terulang lagi hingga saat ini. “Orz

Saat itu sebenarnya saya memndam perasaan kepada perempuan yang hiper-aktif yang berada dikelas sebelah saya, dikelas itu pun ada saudara sepupu(laki-laki) saya yang janjian dengan saya pada masa SD untuk nanti SMP bareng. Dan bencana pun terjadi, dia tiba-tiba saja menyatakan perasaan terhadap sepupu saya itu dan membuat saya sedikit patah arang pada saat itu.

Beberapa bulan pun berlalu dan akhirnya mereka putus karena mereka merasa lebih nyaman berteman dan saya pun merasakan sebuah peluang dan mencoba mendekatinya lagi. Lalu bencana lain terjadi, kami berdua dikunci didalam kelas oleh sepupu dan teman-teman saya yang mengetahui bahwa saya menyukainya, disaat itu tiba-tiba saja saya menyatakan perasaan disana dan kami berdua pun akhirnya berpasangan pada saat itu.

Disaat baru berpasangan, kami mencoba berfoto bersama difoto box akan tetapi entah kenapa tempat foto boxnya tiba-tiba saja error dan tidak bisa mencetak foto kami, kami pun tidak habis akal dan berpindah ketempat lain tapi mengalami kendala yang sama. Dan entah kutukan atau apa setiap saya memiliki pasangan pasti saja ada kendala saat foto berdua, entah fotonya menjadi blur ataupun hal lainnya.

Hubungan kami pada akhirnya hanya berumur pendek karena kesalahan saya yang memutuskan sepihak, tapi sisi positifnya dia yang awalnya hiper-aktif menjadi kalem setelah kami berpisah dan memutuskan untuk berhijab. Dan hal positif tersebut tentu berasal dari dirinya sendiri dan bukan dari saya yang hanya membuat dia bersedih karena memutuskan dia sesukanya.

Berlanjut ke masa SMA, pada awalnya saya adalah anak yang super-pendiam dikelas ditambah lagi sekolah saya yang super jauh mewajibkan saya untuk pulang lebih cepat dibanding orang lain.

Akan tetapi pada saat itulah, diam-diam salah seorang perempuan dikelas saya menyimpan perasaan terhadap saya dan dia adalah anak yang cukup pemalu juga. Disaat itulah saya mulai berubah dan menjadi lebih berani untuk percaya diri. Akhirnya kami berdua pun berpasangan setelah melalui “penembakan” melalui telepon genggam.

Ada hal lucu yang pernah saya lakukan pada saat kami berpasangan, dimana pada saat itu dia meminta saya bernyanyi untuknya via telepon padahal saya sendiri tidak bisa yang namanya bermusik mau itu bernyanyi maupun memainkan alat musik. Setelah bujukan panjang akhirnya saya menyanyikan lagu ‘Bondan Prakoso Ft Fade to Black -Bunga’, dengan suara pas-pasan saya pun bernyanyi dan dia pun seperti girang mendengarkan. Namun, lagi-lagi akhirnya saya harus berpisah dengan pasangan saya karena saya yang kurang bisa menjaga pembicaraan saya pada saat itu, dan hal tersebut membuat kami berpisah. Tapi saya yang bodoh ini lupa berbicara apa padanya saat itu yang membuat kami berdua harus “putus”.

Setelah kami putus, dia memberikan sebuah kado perpisahan terhadap saya sebuah tas berbentuk mobil yang saya berikan kepada adik saya dan dipakainya hingga sekarang.

Selang, beberapa bulan setelah kenaikan kelas dan putusnya hubungan kami ditempat lain terjadi suatu hal. Salah seorang sepupu(perempuan) saya yang lain dimintai oleh teman perempuannya yang pemalu untuk mendekatinya dengan seorang lelaki, akan tetapi sepupu saya membuat kesalahan dan malah “jadian” dengan lelaki tersebut.

Sepupu saya dan perempuan tersebut pun bertengkar, hingga akhirnya mungkin sebagai permohonan maafnya dia mengenalkannya terhadap saya via sms, dan menjadi peristiwa saya “dijodohkan” untuk pertama kali. Kami berkomunikasi cukup baik dan lancar tanpa pernah bertemu, hingga akhirnya saat saya sedang menemani teman saya untuk jalan-jalan di Mall kami saling berpapasan akan tetapi sayangnya saya tidak menyadari kehadirannya saat itu dan malah menyadari sepupu saya disana, dan dia pun seperti melangkah maju terus tanpa menghiraukan saya saat itu.

Sepupu saya pun kembali dan berbincang dengan saya, dia menjelaskan bahwa orang itu adalah orang yang pemalu jadi wajar saja bila dia terlihat seperti melangkah maju terus tadi dan saat itu saya pertama kali memberikan hadiah kepadanya via sepupu saya tersebut, saya memberikan sebuah gashapon karakter jamur dalam game Mario Bross.

Setelah hari itu saya pun menjadi penasaran dengannya, dan pada suatu hari saya memutuskan untuk datang kesekolahnya dan bertemu langsung dengannya sepulang sekolah, padahal jarak sekolah kami cukup jauh dimana saya berada diperbatasan kota saya sebelah utara dan dia berada di perbatasan terujung kota diarah lain, tapi saya pun tidak menyerah dan datang kesana karena pada hari itu juga saya memutuskan untuk menyatakan persaan saya kepadanya, akan tetapi pada akhirnya setelah mengantarnya ketempat bimbel dan akhirnya pulang saya masih belum berkata apa-apa tentang perasaan saya kepadanya, akhirnya setelah dia pergi saya pun memutuskan meneleponnya dan menyatakan perasaan saya kepadanya.

Kami pun berpasangan cukup lama sekitar 8 bulan kalau tidak salah, dan lagi-lagi karena kesalahan sayalah kami berpisah. Hal itu bermula karena kami yang miss-comunication dan membuatnya berpikir bahwa saya bermain-main dengan perasaannya dan mungkin juga berpikir ada orang ketiga diantara kami, tapi hal itu sebenarnya tidaklah benar karena saya adalah orang yang berprinsip jadi sangatlah tidak mungkin kalau saya menyukai orang lain dikala saya berpasangan. Kesalahan-kesalahan lain pun tentu banyak saya lakukan dan percuma bila saya mencoba meluruskannya sekarang karena sudah terlambat dan sekarang adalah saatnya saya berpikir untuk yang terjadi disaat ini.

Walaupun saya tidak ingat pemicu awal kami berdua bertengkar, tapi saya ingat saat indah bersamanya, saat saya mengantarkan dia kerumah dengan motor setelah mengadakan semacam pesta kejutan untuk saya dan dia memberi hadiah ulang tahun saya pada saat itu, lalu pada suatu waktu dia menyanyikan lagu “first love” via telepon dengan suara yang sebenarnya tidak merdu tapi tetap enak dan nyaman ditelinga saya, dan masih banyak hal menyenangkan lainnya.

Bila ada yang bertanya, apakah saya benar-benar suka mereka saat itu ? Hal tersebut tentu saja benar, terlepas dari sifat kekanak-kanakan saya yang selalu merasa benar walaupun melakukan hal salah bila bertengkar dan banyak mengkandaskan hubungan, tentu saja saya tetap menyukai mereka.

Bila saya diberi kesempatan untuk bisa menjalin hubungan untuk berpasangan kembali, apakah saya mau untuk kembali ? maybe, i will say no. coz’ the one i love was her who live in the past, not her who live in present.

Masih banyak sebenarnya kisah romansa lain tapi cukup 4 saja yang saya ceritakan karena sudah out of topic terlalu panjang, dan secara umum orang lain hanya mengetahui 4 ini saja.

Untuk lagu yang selalu saya masukan di Playlist saya yang random adalah sebuah lagu berjudul ‘Black Pressure’, akan tetapi sebenarnya itu bukan lagu juga sih cuma instrumen saja dari sebuah game balapan dimana lagu ini selalu membuat jantung saya berdetak keras layaknya dalam tekanan.

Sekian Blog dari saya bila ada salah-salah kata mohon maaf apalagi di Posting-an sekarang saya banyak menyebut orang lain. m(_ _)m

Terima kasih telah setia membaca blog saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s