Kacamata

Pendapat saya kadang berbeda dengan orang lain bahkan kadang bertentangan dengan kepercayaan saya sendiri, yang saya maksud berbeda adalah orang menganggap saya mulai menjadi introvert itu dari dulu dan tentu saya mengiyakan hal tersebut karena saya merasa saya demikian, akan tetapi kadang saya merasa titik dimana saya jadi pribadi yang tertutup itu dimulai saat kelas 3 SMP dimana saat saya mulai menutupi diri saya dan hal itu seperti ditutup dengan “segel” bernama kacamata.

Harap baca Blog ini sampai habis yah 😀

Saya ingat kembali pada masa itu saya sangat ingin mengenakan kacamata entah kenapa, padahal saya mengetahui kalau sebenarnya memiliki mata minus, plus atau silinder adalah bagian dari kecacatan mata, mungkin yang saya butuhkan pada waktu itu adalah “topeng” yang dapat menutupi diri saya agar bisa menutupi diri saya sebenarnya, hal itu saya rasakan setelah memakai kacamata selama 3 tahun dimana pada saat itu saya benar-benar menutup diri saya dimana saya membagi kehidupan saya dalam beberapa kelompok, dan ketika kehidupan saya yang lain menginginkan melihat diri saya yang lain atau yang sebenarnya maka saya langsung terusik pada saat itu, akan tetapi setelah umur saya bertambah dan makin dewasa saya pun menyadari bahwa sebenarnya banyak hal yang saya lakukan salah, banyak logika yang saya gunakan pun salah, dan banyak pemikiran yang saya pikirkan pun salah.

Kesimpulan yang saya dapatkan, bukan alat seperti kacamata yang merubah saya tapi diri saya sendirilah yang berubah dan saya hanya mencari simbol dari kesalahan tersebut dan menyalahkan kacamata akan hal tersebut, saya juga seharusnya lebih membuka diri saat waktu itu dimana seharusnya bila orang lain ingin melihat sisi lain kita maka perlihatkanlah bila orang tersebut memang pantas, dan seiring berjalannya suatu ubungan maka orang yang dulu ingin melihat sisi lain saya sebenarnya pantas tapi saya takut kalau dia… Yasudahlah waktu telah berjalan dan saya sudah terbiasa dengan sifat introvert saya, sekarang waktunya melangkah maju dan lebih mawas diri sehingga tidak membiarkan orang lain menilai kita salah, karena dimasa lalu kadang bila orang menganggap kita salah atau negatif saya membiarkan hal tersebut mengalir padahal seharusnya saya dapat menunjukan sikap bila itu tidak benar melalui perilaku tidak perlu dengan debat panjang bersilat lidah.

Kembali ke kacamata, saat pertama kali mengenakan kacamata tentu beberapa orang menilai saya aneh dan kurang pantas itu semua karena mereka terbiasa melihat saya tidak mengenakan kacamata, apalagi saya mengenakan kacamata ditahun terakhir saya di SMP dimana pada saat itu orang-orang sudah melihat wajah polos saya tanpa kacamata~

Awal memakai kacamata minus dimata saya adalah 0.5 dikedua belah mata  saya, lalu berlanjut dimasa SMA dimana malah orang-orang diSMA lebih terbiasa melihat saya dengan kacamata jadi mereka merasa aneh bila saya tidak mengenakannya, dimana pada masa SMA adalah masa dimana saya sering sekali merusak kacamata saya sehingga sering sekali belum sempat kacamata saya terganti tapi saya sudah sekolah maka saya menjadi sedikit kesulitan karenanya dan minus kacamata saya pada saat itu konstan 0.5 terus dikedua sisi, dan pada tahun kedua saya memakai kacamata ada seseorang menganggap saya “cool” bila saya melepasnya dan menilai mata saya jadi terlihat berbeda karenanya :3

Pada saat tahun ke-4 saya memakai kacamata dan mulai terbiasa untuk lebih apik mengenakannya dimana saya sudah tidak merusak kacamata saya lagi setidaknya jarang, akan tetapi pada tahun ke-4 itu saya sadari bahwa minus dimata saya bertambah dimana mata kanan saya bertambah minusnya menjadi 2.25 ll”orz dan mata kiri saya bertambah hanya sedikit menjadi 0.75 saja atau naik cuma 0.25 dari minus sebelumnya.

Dan pada akhir-akhir ini kacamata saya pun harus diganti karena tangkai belakangnya memuai dan membuatnya patah, sebenarnya belum benar-benar patah buktinya saya bisa mengakalinya saat waktu itu liburan kedufan bersama teman-teman sekelas dikampus, tapi kalau dibiarkan beberapa lama pasti akan patah secara sepenuhnya dan hanya solatiplah yang bisa menyembuhkannya, maka sebelum hal itu terjadi saya memutuskan mengganti kacamata dengan logo lamborgini disisinya. Minus saya pun yang dimata sebelah kanan turun 1 menjadi 1.25 :’) dan yang sebelah kiri naik drastis menjadi 2.25 T_T

Kacamata baru itu pun sebenarnya belum terbiasa dimata saya dimana saya sendiri pun jadi jarang menggunakannya karena saya terkadang pusing karena belum terbiasa, dan karena saya tidak mau dikira menyombongkan kacamata saya oleh karena itu saya tidak mau menampilkan gambar kacamata saya tersebut 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s