14th February

Mungkin banyak yang mengira isi blog ini tentang hari Valentine yang bertepatan pada tanggal 14 Februari, tapi tentu bukan karena pada dasarnya kepercayaan saya tidak merayakan hari tersebut (・・)

Jadi teringat sekitar saya masih memiliki pasangan, saya setiap tanggal 14 Februari membeli sebatang coklat yang biasanya berbentuk hati, akan tetapi coklat itu bukan untuk saya berikan kepada pasangan saya akan tetapi buat saya makan sendiri dikarenakan yang saya tahu valentine biasanya yang memberikan adalah pihak wanita, lagipula memang biasanya ketika saya berpasangan tanggal 14 Februari akan dianggap tanggal biasa yang dilewati seperti hari biasa, tapi karena saya selalu mengingat tanggal tersebut jadilah saya selalu membeli coklat yang pada akhirnya saya makan sendiri  

Kebiasaan ini berawal saat dulu ketika saya SMP dimana saya pertama kali berpasangan dengan sesosok perempuan dikala itu, padahal saya sendiri belum mengerti apa-apa dan ketika tanggal 14 februari tiba saya pun membeli coklat berbentuk hati berwarna biru, tentu niat awal saya bukan untuk diberikan kepada pasangan tapi untuk saya makan sendiri (・・)

Kebiasaan tersebut terus berulang setiap saya memiliki pasangan dan saya masih berpasangan sampai tanggal 14 Februari tiba, akan tetapi kebiasaan tersebut berubah sedikit ketika saya sedang mendekati sesosok perempuan akan tetapi kami belum menjajaki status berpasangan pada saat itu, saya ingat sekali kejadiannya pada saat itu saya SMA sekitar kelas 3, nah disana saya tetap membeli coklat padahal pada saat itu saya berstatus lajang tapi yasudahlah menurut saya, dan saat tanggal 14 Februari akan berakhir saya pun tetap memakan coklat itu sendiri. Kalau hal tersebut dibilang perayaan yah bisa dibilang begitu, akan tetapi perayaan tersebut hanya berlangsung ketika saya memiliki pasangan saja, lagipula saya juga memang suka coklat dan ketagihan juga sih akan yang namanya coklat o(^▽^)o☆

HOBI

Saya ingin sekali mengangkat sedikit tentang hobi saya, hobi saya sendiri sebenarnya sedikit blunder dan tidak jelas tapi salah satunya adalah menjadi fans idol dan kolektor figure, saya akan ceritakan kedua hobi tersebut yang memiliki dasar sama-sama menghabiskan uang akan tetapi masing-masing memberikan kesenangan pribadi sendiri, dimana figure memiliki kesenangan pribadi ketika memilikinya dan memposekannya, dan idol memberikan kesenangan sendiri juga dikala kita butuh dukungan dan juga semangat. Kedua hobi ini juga kadang memberikan kesedihan seperti masa galau, dimana figure biasanya memberi kegalauan ketika kita ter-‘racuni’ akan tetapi finansial tidak mendukung atau juga finansial mendukung akan tetapi figure tersebut langka, kalau idol biasanya membuat kegalauan ketika isu beredar dan kita tidak mengetahui kebenaran sejatinya atau gosip-gosip tidak enak menyelubungi idola kita.

Gosip sendiri sering menyelubungi idola yang kita dukung atau yang orang lain dukung adalah sudah pasti karena mereka berada dijagad hiburan, apalagi dengan adanya media informasi maka wajarlah info-info miring mudah sekali menyebar disekeliling mereka, akan tetapi saya sendiri sering menepis bahkan menahan info miring itu sendiri bisa masuk kedalam logika saya, jadi bisa dibilang saya itu keras kepala walau ada info apapun seperti ada seorang idol merokok atau berpacaran atau yang lainnya, bahkan ada bukti foto dan bukti kesaksian manusia lain, tapi tetap saja saya akan berpikir positif sebelum idol itu sendiri mengaku, mungkin itu yang bisa dibilang cinta bisa merusak logika manusia. Bukan berarti saya mengatakan hal sebelumnya karena saya mencintai idola saya, akan tetapi maksudnya adalah saya mencintai hobi saya sendiri, jadi karena cinta itu sendiri tidak bisa didefinisikan dan ditafsirkan maka saya sendiri tidak bisa mendefinisikan hobi yang saya cintai itu sendiri dengan logika. Intinya walaupun kenyataan seperti apapun yang menghadang selalulah berpikir positif dengan idola saya sendiri bahakan idola orang lain walaupun banyak kenyataan pahit yang menyelubunginya akan tetapi bila dia tidak mengatakannya sendiri maka saya akan dengan bersih kukuh tidak percaya walaupun bukti-bukti sudah membuktikan itu semua.

Seperti ada yang bertanya buat apa membeli sebuah kalender bergambar idolanya padahal harganya 100.000 rupiah, itu sama halnya seperti bertanya kenapa saya membeli figure yang bahkan saya patahkan seharga 450.000 rupiah, atau ada orang lain dengan hobinya memancing menghabiskan uang hingga 8.000.000 rupiah hanya untuk menangkap ikan yang akan dilepaskan setelah dia berfoto dengan ikannya tersebut, atau orang lain yang membeli keperluan seperti kacamata, pakaian, tas hingga jutaan rupiah, bahkan untuk makanan ada beberapa orang menghabisakan hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk sekali makan ditempat mewah. Bila ditanyakan kepada orang-orang yang menyukai hal tersebut, maka orang tersebut akan menyatakan bahwa itu wajar dan perlu, jadi bisa dikatakan hobi itu tidak bisa didefinisikan bagi yang tidak menyukai hobi itu sendiri seperti halnya cinta yang tidak terdefinisikan ketika kita mengalaminya, walau kita dibodohi oleh pasangan atau kita dijahati dan dimanfaatkan oleh pasangan kita bila kita mencintainya maka hal tersebut akan kita terima dengan lapang dada, maka sebuah quote yang saya lupa ambil dari mana itu benar adanya yang berisi “hanya orang bodoh yang mendefinisikan cinta dengan logikanya.” Karena pada dasarnya cinta tidak terdefinisi maka bila saya mendefinisikan bahwa cinta itu adalah hobi itu sendiri sah-sah saja, karena ketika kita hobi akan sesuatu kadang logika pun suka tidak masuk, inti dari cinta dan hobi itu sendiri adalah diperlukan adanya pengendalian diri yang bisa mengendalikan itu semua.

Ketika ditengah hobi pasti ada saja orang-orang  yang awalnya menyukai hal-hal tersebut tapi berubah menjadi kurang suka karena beberapa alasan, itu semua wajar terjadi akan tetapi biasanya orang-orang itu berubah jadi penyebar kekurangan dan kelemahan hobi itu sendiri. Misalnya kelemahan dari hobi idol adalah bahwa hal tersebut hanyalah sebuah ajang pendelusian orang secara massal dengan memakai kabut yang disebut pesona idol didalamnya, banyak orang yang berlomba-lomba mengingatkan fans akan hal tersebut, sebenarnya tidak ada salahnya itu semua bisa menumbuhkan pengendalian diri pada orang-orang yang mengetahuinya, akan tetapi hal tersebut juga memiliki sisi gelap yaitu bisa membuat beberapa orang muak akan hal tersebut.

Muak dikarenakan hal tersebut dapat disamakan seperti memberikan bocoran akhir sebuah film yang baru rilis kepada seorang pecinta film, atau membocorkan sebuah trick sulap kepada penonton diacara sulap yang padahal sulapnya sendiri belum ditunjukan, banyak implementasinya bentuk kemuakan tersebut terhadap hal-hal lain bila kita berpikir dengan logika dan cara berpikir dari beberapa sudut pandang dan tidak keras kepala.

Hal tersebut pun terjadi pada hobi-hobi lain, bila kita terbawa akan hal tersebut mungkin kita bisa keluar dari hobi tersebut atau malah jadi netral atau yang lebih parah kita akan menjadi benci dan menjauhkan diri dari teman kita yang sering mengingatkan diri kita tersebut, jadi mengapa pengendalian diri sangatlah diperlukan untuk masalah hobi dan cinta. (´Д`)

TANGGUNG JAWAB

Karena sudah tahun 2013 maka makin banyak orang yang berbondong-bondong mencalonkan diri mereka menjadi penanggung jawab negara atau pun daerah, mungkin hal itu semua karena 2014 nanti akan adanya pemilihan kepala negara, akan tetapi yang akan saya tekankan disini sekarang adalah pertanggung jawaban itu sendiri.

Mungkin bila kita masih seorang pelajar kita mengenal dengan adanya ketua kelas yang bertanggung jawab akan kelangsungan kelas dimana dia akan menjadi orang yang paling sering disuruh oleh guru biasanya. Dan bila kita lihat pada masa perkuliahan maka akan ada yang namanya penanggung jawab kelas atau bahkan penanggung jawab mata kuliah, yang bertanggung jawab hanya pada mata kuliah tersebut saja.

Bila ada yang namanya penanggung jawab maka akan ada hal pro kontra pada saat masa-masa dia bertanggung jawab, misal pada seorang mahasiswa mereka memiliki mata kuliah yang hancur maka yang menjadi sasaran pertanggung jawaban adalah penanggung jawab mata kuliah dan dosen, biasanya disini dosen lepas tangan hilang entah kemana dan biasanya bilang bahwa nilai tersebut sudah sepantasnya, dan berakhir berkata bahwa nilai segitu saja sudah saya dongkrak =_=”

Hal terakhir adalah menekan penanggung jawab mata kuliahnya yang pada dasarnya memang biasanya bermasalah didia juga dimana biasanya nilainya lebih tinggi, beberapa penanggung jawab yang kurang bertanggung jawab dan tidak memiliki tenggang rasa akan mengabsen seperti seharusnya, misalnya tidak bisa dititipi absen dan ketika diminta pertanggung jawab akan nilai maka dia akan berkata “Sudah bagus dapat nilai segitu daripada dapat nilai E.” Perkataan seperti itu sebenarnya tidak ada tenggang rasa didalamnya dimana tidak ada saling pengertian dengan memberikan kepuasan dalam jawabannya, dan biasanya penanggung jawab seperti ini sepaket dengan pelitnya dia dalam membantu kelancaran sebuah tugas dengan berfikir bahwa semua orang harus serajin dia bila ingin lulus mata kuliah tersebut. Dan hal lain sepaket dengan dia adalah pengikut atau orang yang ikut-ikutan dan akan membela dia bila pertanggung jawabannya dipertanyakan, dan akan bersih keras bahwa dia pernah dalam posisinya dan tidak begitu. Padahal bila dilogikakan sebenarnya dia tidak pernah dalam kondisi yang sama karena waktu dan sifat-sifat orang yang menjadi tanggung jawab orang tersebut berbeda dengan keadaan sekarang.

Bila dalam sebuah kelompok didunia pekerjaan maka yang terajinlah biasanya yang dipaksa untuk menjadii penanggung jawab karena dia lebih menonjol dari pada yang lain, dan kadang kelompok lain yang seharusnya dipecat atau merugikan perusahaan akan menempel seperti benalu pada kelompok terajin dengan meminta bantuan, bila sekali-dua kali maka hal tersebut termasuk tenggang rasa tapi berkebalikan bila kelompok rajin tersebut muak maka bisa dibilang bahwa kelompok satunya adalah berisi pemalas.

Bila pada dunia sekolah tenggang rasa penanggung jawab adalah ketika guru melakukan keadilan pada setiap kelas tidak terlalu membeda-bedakan sebuah kelas kecuali kelas tersebut memiliki kasus atau masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan tenggang rasa.

Inti dari penanggung jawab menurut saya adalah memiliki rasa tenggang rasa yang kuat tergantung keadaan yang ada, kadang ada penanggung jawab yang menyamakan keadaan satu dan yang lain padahal sudah jelas berbeda, hal lainnya adalah penanggung jawab memerlukan hati yang kuat dan tangguh menerima segala kritikan dan komentar karena tentu pasti ada seorang kritikus dimanapun orang-orang tersebut bertanggung jawab. Dan untuk seorang penanggung jawab beserta kawan-kawannya seharusya jangan mengatakan hal seperti “Yasudah, kenapa gak kamus aja yang jadi penanggung jawab kalau begitu mah” ketika seorang penanggung jawab berkata seperti itu maka menunjukan mereka lari dari tanggung jawab yang diembani atau lepas tangan dan ingin mencoba melempar bebannya keorang lain.

Sebenarnya masih banyak hal yang mau saya jelaskan akan tetapi pikiran berkata lain sehingga sekian dulu blog yang memuakan dari saya ini, dan saya mohon maaf bila ada salah-salah kata di Blog ini, apalagi ada yang termention dalam Blog ini, ini semua hanyalah ketidak sengajaan semata, sampai bertemu diblog saya berikutnya dan sekali lagi saya mohon maaf m(_ _)m 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s